Senin, 22 September 2014



               COMIC 8

Film dengan gaya action sangat diminati oleh para penonton pencinta film action  karena aksi para pemeran film yang menunjukkan adegan gulatnya, apalagi bila dengan menghadirkan teknologi senjata yang berhujanan amunisi peluru yang penuh dengan ketegangan dengan adanya konflik, pembunuhan dan  membuat saat menonton  penuh perhatian saat menyaksikannya. Namun, beda halnya pada film Indonesia yakni “Comic 8” yang menampakkan gaya action perampok bank bersenjata. Akan tetapi, film yang disajikan dengan genre komedian ini mampu memberikan kesan beda dengan film aksi pada umumnya. Bila pada film aksi yang diperani oleh bintang  ternama dengan adegan yang ekstrem penuh ketegangan, pada film comic 8 menyajikan film action dengan mengutamakan gaya slow motion pada bagian action  dan disertai komedi lawakan, membuat film yang disutradai Anggy Umbara mampu membuat film action menjadi menghibur dan mampu memadukan suasana film aksi dengan lawakan komedi dengan baik.
Arti Comic pada film Comic 8 ini ialah Comic merupakan orang yang melakukan Stand Up Comedian yang membawa materi lawak original atau karya sendiri yang biasa dilakukan di kafe-kafe. Biasanya para Comic membawakan materi mereka dengan gaya monolog, walaupun ada beberapa jurus yang mengharuskan mereka berinteraksi dengan penonton. Namun Comic di film ini membawakan lawakannya dalam bentuk film cerita sebagai sekelompok perampok bank. Sedangkan Makna 8 pada film ini ialah jumlah para adegan yang berperan menjadi pelawak di film Comic 8 yang memiliki peran yang berbeda-beda saat melakukan tindakan perampokan bank. Berikut merupakan pemeran kedelapan Comic tersebut  yakni Kemal Palevi, Mongol, Fico, Ernest Perkasa, Babe Cabita, Mudy, Bintang Timur, dan Arie Kriting. Terdapat pula artis senior  lainnya yang melengkapi cerita film Comic 8 yakni indro Warkop, Nirina Zubair, Boy William, Nikita Mirzani dan Pandji Pragiwaksono.
Pada film Comic 8 ini para adegan comedi berbeda dengan cara lawak saat di Stand up Comedy baik saat siaran langsung maupun tidak, melainkan metode komedi disajikan dalam cerita film yang membuat para comedian Comic 8 harus saling berinteraksi untuk membawa kesan film lucu dan menghibur. pemeran Comic 8 ini merupakan para Stand Up Comedy yang biasa tampil di acara Stand Up Comedy di KompasTV untuk berperan sebagai para perampok bank.
           Film ini menceritakan tentang 8 orang anak muda yang terdiri dari berbagai macam latar belakang dan kisah hidup yang unik. Mereka bertemu di saat melakukan perampokan bank di jam dan tempat yang bersamaan. Motif mereka melakukan perampokan berbeda satu dengan lainnya. ada yang merampok karena iseng, galau , hobby, bahkan ada yang merampok bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup panti asuhan. Mereka yang terdiri dari 8 orang yang beradengan sebagai perampok terbagi menjadi tiga tim dengan kemampuan serta pengalaman yang berbeda. Namun, karena desakan situasi yang semakin kacau karena dikepung anggota kepolisian, mereka memutuskan untuk saling bekerjasama. Kesan yang berbedanya yakni aksi perampokan yang biasa dalam adegan film bernuansa ekstrem dan tegang. Namun, di film Comic 8 ini walau perampokan dengan adegan senjata api yang modern. tapi alur cerita dibawa dalam lawakan komedi, sehingga suasana tegang dalam adegan perampokan diselangi dengan pembicaraan dan prilaku yang menghibur.   
           Pemeran adegan Comic 8 yang memiliki gaya layaknya pemeran utama dalam film jepang “crow zero” yakni Ernest Perkasa sebagai perampok yang memiliki sebutan “Ernest the Accountant” ini selalu memiliki sifat perhitungan dengan selalu tidak setuju bila amunisi senjata pada satu timnya  yakni Arie Kriting dan Kemal, dihamburkan dengan boros, padahal amunisi senjata tersebut bukan dari kantong dompetnya sendiri melainkan hasil patungan dari satu timnya. walaupun ia sebagai pemimpin dalam perampokan dalam timnya dan yang memiliki sikap serta gaya yang paling keren, tapi dalam film Comic 8 ini ia sangat takut dengan seekor binatang yakni tikus.
        Salah satu peraga adegan Ernest pada film Comic 8 yang sempat memberikan pesan terhadap fenomena yang sedang hangat beredar di media massa, yakni disaat Kemal memperlihatkan bom yang melekat di tubuhnya kepada teman lainnya karena ketidak setujuan satu timnya untuk memilih ia sebagai pemimpin rampok bank, lantas Ernest menaggapi prilaku Kemal tersebut “ Hei arab!(Kemal) loe ngapain sich so-soan jadi teroris, pembodohan itu konspirasi semua! lagian kita ini mau ngerampok bukan mengalihkan isu! Kalau meledak jadi apem loe ntar, mau loe jadi apem?”.
            Setelah beberapa kali penulis menonton film Comic 8, ternyata tidak bosan hanya sekali nonton saja, namun sudah ketiga kali penulis menonton film ini, karena sifatnya yang menghibur dan ceritanya yang tidak jenuh serta salah satu yang membuat menarik lainnya selain lawakan comedinya yakni aksi tembak-menembak yang ditampilkan dengan fokus gerak slow motion membuat gaya tembak para Comic sangat menarik, layaknya seperti penembak handal dalam film aksi pada umumnya.
         Konsep cerita film Comic 8 yang memadukan gaya film action dan comedy mampu memberikan kesan berbeda dan dapat membawa skema film yang lebih menarik tidak sekadar  menghibur pada komediannya saja, melainkan adegan aksinya yang tidak kalah tangguh dengan adegan film aksi pada umumnya.
          Kemudian hal lain yang menurut saya sangat menarik yakni salah satunya saat masuknya 3 remaja yang dipimpin oleh Ernest Prakasa ini merupakan penggalan adegan terbaik dengan permainan warna dan ritme yang apik. Mulai dari ketika Ernest Prakasa yang menggunakan masuk dari pintu dengan adegan slow motion, hingga kemudian melepaskan tembakan dan jalan di atas meja bank, mengingatkan saya pada gaya The Joker yang diperankan oleh Heath Ledger di film “The Dark Night”. (2008)
           Film Comic 8 yang merupakan kedelapan pelawak Stand Up Comedy beradegan sebagai perampok bank dengan motif dan tujuan yang dibuat berbeda ini dan merupakan film yang tidak hanya memberikan lawakan para Comic, tetapi juga ditampilkan dengan adegan aksi senjata para Comic dalam melakukan aksi perampokan bank. Kemudian cerita film yang memiliki unsur comedi dan action membuat film comic 8 dapat memberikan kesan yang berbeda dan membuat film ini jauh lebih menarik dibandingkan bila hanya cerita film yang memiliki unsur cerita comedi saja, karena adegan aksi tembak-menembak dengan gaya  yang membuat lawakan para comic terasa hidup dan ekstrem.
           Film merupakan salah satu sarana untuk memberikan hiburan pada penontonya dengan menghadirkan cerita yang menarik. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah bagaimana acara film Indonesia bukan sekadar mencari keuntungan belaka. Namun, memprioritaskan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, dan lebih kreatif kembali dalam menciptakan karya cerita film baru, bukan meniru alur cerita film barat. Film comic 8 ciptaan film anak bangsa ini cukup menarik, maka dengan perpaduan genre film yang berbeda mampu memberikan contoh kepada para pembuat film agar dapat lebih kreatif untuk mencapai kuliatas film Indonesia yang lebih baik.

REFRENSI
Edi,hermawan. Sinopsis film Indonesia comic 8. Pada www.21cineplex.com/comic-8-movie,3365,03COC8.htm diakses pada tanggal 15 september 2014.

Tentang comic 8. Pada id.wikipedia.org/wiki/comic_8 diakses pada tanggal 16 september 2014.