COMIC 8
Film dengan gaya action
sangat diminati oleh para penonton pencinta film action karena aksi para pemeran
film yang menunjukkan adegan gulatnya, apalagi bila dengan menghadirkan teknologi
senjata yang berhujanan amunisi peluru yang penuh dengan ketegangan dengan
adanya konflik, pembunuhan dan membuat
saat menonton penuh perhatian saat
menyaksikannya. Namun, beda halnya pada film Indonesia yakni “Comic 8” yang
menampakkan gaya action perampok bank
bersenjata. Akan tetapi, film yang disajikan dengan genre komedian ini mampu
memberikan kesan beda dengan film aksi pada umumnya. Bila pada film aksi yang
diperani oleh bintang ternama dengan
adegan yang ekstrem penuh ketegangan,
pada film comic 8 menyajikan film action dengan
mengutamakan gaya slow motion pada
bagian action dan disertai komedi lawakan, membuat film
yang disutradai Anggy Umbara mampu membuat film action menjadi menghibur dan mampu memadukan suasana film aksi
dengan lawakan komedi dengan baik.
Arti Comic pada film
Comic 8 ini ialah Comic merupakan orang yang melakukan Stand Up Comedian yang
membawa materi lawak original atau karya sendiri yang biasa dilakukan di
kafe-kafe. Biasanya para Comic membawakan materi mereka dengan gaya monolog,
walaupun ada beberapa jurus yang mengharuskan mereka berinteraksi dengan
penonton. Namun Comic di film ini membawakan lawakannya dalam bentuk film
cerita sebagai sekelompok perampok bank. Sedangkan Makna 8 pada film ini ialah
jumlah para adegan yang berperan menjadi pelawak di film Comic 8 yang memiliki
peran yang berbeda-beda saat melakukan tindakan perampokan bank. Berikut
merupakan pemeran kedelapan Comic tersebut
yakni Kemal Palevi, Mongol, Fico, Ernest Perkasa, Babe Cabita, Mudy,
Bintang Timur, dan Arie Kriting. Terdapat pula artis senior lainnya yang melengkapi cerita film Comic 8
yakni indro Warkop, Nirina Zubair, Boy William, Nikita Mirzani dan Pandji
Pragiwaksono.
Pada film Comic 8 ini
para adegan comedi berbeda dengan cara lawak saat di Stand up Comedy baik saat
siaran langsung maupun tidak, melainkan metode komedi disajikan dalam cerita
film yang membuat para comedian Comic 8 harus saling berinteraksi untuk membawa
kesan film lucu dan menghibur. pemeran Comic 8 ini merupakan para Stand Up
Comedy yang biasa tampil di acara Stand Up Comedy di KompasTV untuk berperan
sebagai para perampok bank.
Film
ini menceritakan tentang 8 orang anak muda yang terdiri dari berbagai macam
latar belakang dan kisah hidup yang unik. Mereka bertemu di saat melakukan
perampokan bank di jam dan tempat yang bersamaan. Motif mereka melakukan
perampokan berbeda satu dengan lainnya. ada yang merampok karena iseng, galau ,
hobby, bahkan ada yang merampok bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup panti
asuhan. Mereka yang terdiri dari 8 orang yang beradengan sebagai perampok
terbagi menjadi tiga tim dengan kemampuan serta pengalaman yang berbeda. Namun,
karena desakan situasi yang semakin kacau karena dikepung anggota kepolisian,
mereka memutuskan untuk saling bekerjasama. Kesan yang berbedanya yakni aksi
perampokan yang biasa dalam adegan film bernuansa ekstrem dan tegang. Namun, di
film Comic 8 ini walau perampokan dengan adegan senjata api yang modern. tapi
alur cerita dibawa dalam lawakan komedi, sehingga suasana tegang dalam adegan perampokan
diselangi dengan pembicaraan dan prilaku yang menghibur.
Pemeran
adegan Comic 8 yang memiliki gaya layaknya pemeran utama dalam film jepang
“crow zero” yakni Ernest Perkasa sebagai perampok yang memiliki sebutan “Ernest
the Accountant” ini selalu memiliki sifat perhitungan dengan selalu tidak
setuju bila amunisi senjata pada satu timnya
yakni Arie Kriting dan Kemal, dihamburkan dengan boros, padahal amunisi
senjata tersebut bukan dari kantong dompetnya sendiri melainkan hasil patungan
dari satu timnya. walaupun ia sebagai pemimpin dalam perampokan dalam timnya
dan yang memiliki sikap serta gaya yang paling keren, tapi dalam film Comic 8
ini ia sangat takut dengan seekor binatang yakni tikus.
Salah
satu peraga adegan Ernest pada film Comic 8 yang sempat memberikan pesan
terhadap fenomena yang sedang hangat beredar di media massa, yakni disaat Kemal
memperlihatkan bom yang melekat di tubuhnya kepada teman lainnya karena ketidak
setujuan satu timnya untuk memilih ia sebagai pemimpin rampok bank, lantas Ernest
menaggapi prilaku Kemal tersebut “ Hei arab!(Kemal) loe ngapain sich so-soan
jadi teroris, pembodohan itu konspirasi semua! lagian kita ini mau ngerampok
bukan mengalihkan isu! Kalau meledak jadi apem loe ntar, mau loe jadi apem?”.
Setelah beberapa
kali penulis menonton film Comic 8, ternyata tidak bosan hanya sekali nonton
saja, namun sudah ketiga kali penulis menonton film ini, karena sifatnya yang
menghibur dan ceritanya yang tidak jenuh serta salah satu yang membuat menarik
lainnya selain lawakan comedinya yakni aksi tembak-menembak yang ditampilkan
dengan fokus gerak slow motion
membuat gaya tembak para Comic sangat menarik, layaknya seperti penembak handal
dalam film aksi pada umumnya.
Konsep
cerita film Comic 8 yang memadukan gaya film action dan comedy mampu
memberikan kesan berbeda dan dapat membawa skema film yang lebih menarik tidak
sekadar menghibur pada komediannya saja,
melainkan adegan aksinya yang tidak kalah tangguh dengan adegan film aksi pada
umumnya.
Kemudian hal lain yang
menurut saya sangat menarik yakni salah satunya saat masuknya 3 remaja yang
dipimpin oleh Ernest Prakasa ini merupakan penggalan adegan terbaik dengan
permainan warna dan ritme yang apik. Mulai dari ketika Ernest Prakasa yang
menggunakan masuk dari pintu dengan adegan slow motion, hingga
kemudian melepaskan tembakan dan jalan di atas meja bank, mengingatkan saya
pada gaya The Joker yang diperankan oleh Heath Ledger di film “The Dark Night”.
(2008)
Film Comic 8 yang merupakan kedelapan pelawak
Stand Up Comedy beradegan sebagai perampok bank dengan motif dan tujuan yang
dibuat berbeda ini dan merupakan film yang tidak hanya memberikan lawakan para
Comic, tetapi juga ditampilkan dengan adegan aksi senjata para Comic dalam
melakukan aksi perampokan bank. Kemudian cerita film yang memiliki unsur comedi
dan action membuat film comic 8 dapat
memberikan kesan yang berbeda dan membuat film ini jauh lebih menarik
dibandingkan bila hanya cerita film yang memiliki unsur cerita comedi saja,
karena adegan aksi tembak-menembak dengan gaya yang membuat lawakan para comic terasa hidup
dan ekstrem.
Film merupakan salah satu sarana untuk memberikan hiburan pada penontonya dengan menghadirkan
cerita yang menarik. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah bagaimana acara
film Indonesia bukan sekadar mencari keuntungan belaka. Namun, memprioritaskan
untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, dan lebih kreatif kembali dalam
menciptakan karya cerita film baru, bukan meniru alur cerita film barat. Film
comic 8 ciptaan film anak bangsa ini cukup menarik, maka dengan perpaduan genre
film yang berbeda mampu memberikan contoh kepada para pembuat film agar dapat
lebih kreatif untuk mencapai kuliatas film Indonesia yang lebih baik.
REFRENSI
Edi,hermawan. Sinopsis film Indonesia
comic 8. Pada www.21cineplex.com/comic-8-movie,3365,03COC8.htm
diakses pada tanggal 15 september 2014.
Tentang comic 8. Pada
id.wikipedia.org/wiki/comic_8 diakses pada tanggal 16 september 2014.
